Dalam agama islam kita di anjurkan menberi nama yang baik pada anak- anak kita, begitu juga panggilan. Karna nama adalah sebuah doa untuk sang pemilik nama tersebut. Jadi apa jadinya bila seorang anak di panggil dengan nama yang aneh atau seram. Berikut kisah nama kutukan untuk ku.
-salim pauang ( limpa )
nama ini adalah nama sebuah desa di kabupaten tanah datar (desa salim pauang ). Di daerah ini pernah bencana galodo ( air bah ). Dan nama ini adalah pangilan dari paman ku dan kemudian di singkat jadi Limpa (bagian tengah) oleh bapakku. Dan aku tidak tau samasekali artinya.
-cindaku
nama sejenis hantu bersifat licik
-limumu
dalam bahasa indonesia berarti ketombe. Awalnya panggilan ini berasal dari kekesalan guru sd ku, karena aku dianggap si pendiam yang bikin dia sakit kepala. Persis ketombe, gak ngapa-ngapain tapi bikin gatal.
Nama ini kemudian tampa sengaja di ucapkan seorang gadis pujaan hatiku ketika duduk di bangku SMP (sekolah menengah pertama).
-tangan ampa
ampa adalah kata bermakna merusak atau membentuk. Sayangnya untuk ku berarti perusak. Nama ini diberikan bapakku karna semua mainan ku pasti akan rusak. Walaupun terbuat dari logam atau dari kaleng (jaman aku kecil masih ada mainan terbuat dari kaleng , he he jadi rindu dengan mainan kaleng) pasti akan penyot dan patah, kemudian hancur sama sekali.
KESAMAAN NAMA ATAU TEMPAT HANYALAH KEBETULAN BELAKA
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Kamis, Maret 11, 2010
Rabu, Maret 10, 2010
Tewasnya Tomi Kurniawan
(perhatian tulisan ini mungkin mengandung unsur kekerasan, jadi bagi yang tidak kuat mental harap tak membaca tilisan ini )
Dahulu gagak punya perternakan ayam, nah para ayam di beri nama keren. begitu sang ayam menetas nama para artis langsung melekat pada mahluk munyil tersebut. sebut saja tora sudiro( dalam bahasa jepang tora berarti ayam), surya saputra, luna maya, anisa bahar, tomy kurniawan, dan sebagainya.
ceritanya begini, dari sepuluh telur yang dierami (oleh ayam betina) menetas lah sembilan makhluk munyil nan lucu. "wah sukses nih" gunyam induk gagak (ibunya penulis), dan mulailah langkah pertama. Para hewan tersebut diseguhi teh manis ( ini teknik perawatan unggas yang baru menetas di kampungku, tak heran bila orang kampungku disebut "penjual anak" maksutnya anak ayam, itik, ikan, dan hewan ternak lainya)
singkat cerita, tu ayam tumbuh dengan suburnya. kecuali tomi kurniawana, ini makhluk sakit sakitan. dengan gejala idung meler, terjadinya keontokan yang tak wajar pada rambut (bulu) di kepala. setelah diteliti, kondisi di TKP, maupun alibi dari para tersangka ( para ayam). ternyata sodara-sodara, telah terjadi pengeroyokan dan tindakan KDRT (kekerasan dalam ruaangan ternak) oleh para seniornya. dan ternyata ( loh kok ternyata lagi ?) oknum senior pada tindak kriminal ini tak lain tak bukan adalah Trio ayam jago ( tora sudiro, surya saputra, dan ibrahim movik). oleh karenanya si tomi pun dilarikan ke kandang VIV, yang biasa digunakan sebagai rehabilitasi bagi ayam yang sakit.
hingga suatu pagi, si tomi mengalami masa kritis. " bos kayaknya nih, aye gak kuat lagi....." ujar sang tomi, " tidaaaaaakkkk" ( loh kok kayak telenovela). maka dilangsungkan lah prosesi pemakaman. pertama-tama tu makhluk dimandikan dengan minyak tanah, laju ditusk-tusuk agar minyak dapat meresap (loh apa maksutnya ?). langkah selanjutnya sang mayat dikafani dengan kertas dan koran bekas, dan dilempar dengan indahnya ke liang yang sebelumnya sudah digali. sebatang korek dilempar dan api pun berkobar dengan goyangan yang indah. helai demi helai kertas dan sampah kering lainnya berjatuhan (di jatuhkan) ke kobaran api. para penonton pun antusias ikut dalam acara spektakuler ini.
Dua tahun kemudian Trio ayam jago pun di evaluasi ( eh maksutnya eksekusi ) dan berakhir dalam lambung gagak sekeluarga
nasehat pada cerita ini adalah, korban dan pelaku kriminal akan mengalami nasip yang tragis di akhir cerita. karena itu , dari pada berantam lebih baik menjalin hubungan silaturahmi ( eh apa hubungannya ya)
celoteh sang gagak
Dahulu gagak punya perternakan ayam, nah para ayam di beri nama keren. begitu sang ayam menetas nama para artis langsung melekat pada mahluk munyil tersebut. sebut saja tora sudiro( dalam bahasa jepang tora berarti ayam), surya saputra, luna maya, anisa bahar, tomy kurniawan, dan sebagainya.
ceritanya begini, dari sepuluh telur yang dierami (oleh ayam betina) menetas lah sembilan makhluk munyil nan lucu. "wah sukses nih" gunyam induk gagak (ibunya penulis), dan mulailah langkah pertama. Para hewan tersebut diseguhi teh manis ( ini teknik perawatan unggas yang baru menetas di kampungku, tak heran bila orang kampungku disebut "penjual anak" maksutnya anak ayam, itik, ikan, dan hewan ternak lainya)
singkat cerita, tu ayam tumbuh dengan suburnya. kecuali tomi kurniawana, ini makhluk sakit sakitan. dengan gejala idung meler, terjadinya keontokan yang tak wajar pada rambut (bulu) di kepala. setelah diteliti, kondisi di TKP, maupun alibi dari para tersangka ( para ayam). ternyata sodara-sodara, telah terjadi pengeroyokan dan tindakan KDRT (kekerasan dalam ruaangan ternak) oleh para seniornya. dan ternyata ( loh kok ternyata lagi ?) oknum senior pada tindak kriminal ini tak lain tak bukan adalah Trio ayam jago ( tora sudiro, surya saputra, dan ibrahim movik). oleh karenanya si tomi pun dilarikan ke kandang VIV, yang biasa digunakan sebagai rehabilitasi bagi ayam yang sakit.
hingga suatu pagi, si tomi mengalami masa kritis. " bos kayaknya nih, aye gak kuat lagi....." ujar sang tomi, " tidaaaaaakkkk" ( loh kok kayak telenovela). maka dilangsungkan lah prosesi pemakaman. pertama-tama tu makhluk dimandikan dengan minyak tanah, laju ditusk-tusuk agar minyak dapat meresap (loh apa maksutnya ?). langkah selanjutnya sang mayat dikafani dengan kertas dan koran bekas, dan dilempar dengan indahnya ke liang yang sebelumnya sudah digali. sebatang korek dilempar dan api pun berkobar dengan goyangan yang indah. helai demi helai kertas dan sampah kering lainnya berjatuhan (di jatuhkan) ke kobaran api. para penonton pun antusias ikut dalam acara spektakuler ini.
Dua tahun kemudian Trio ayam jago pun di evaluasi ( eh maksutnya eksekusi ) dan berakhir dalam lambung gagak sekeluarga
nasehat pada cerita ini adalah, korban dan pelaku kriminal akan mengalami nasip yang tragis di akhir cerita. karena itu , dari pada berantam lebih baik menjalin hubungan silaturahmi ( eh apa hubungannya ya)
celoteh sang gagak
Langganan:
Postingan (Atom)
