Desir angin membelai rumpun bambu, membawa kesejukan siang itu. Seakan berusaha mengobati gundah seorang wanita berbaju kurung sutra, yang sedari tadi hanya duduk merenug memperhatikan tiga pemuda di seberang lubuk.
" Ranti, apa yang kau pikirkan?" tanya suaminya sambil megosok bedil kesayangannya.
"ah... Tak ada" elak nya, mesti pun matanya tak bisa berbohong.
Namun Sati Datuak Tambijo, suaminya tak memperhatikan itu.
Sati adalah salah seorang penghulu (ketua suku ) di kenagarian marabuo. Darah bangsawan telah membentu wataknya yang suka berpoya-poya. Banyak waktu luang baginya, walau cuma utuk berburu dan pulang tampa membawa hasil sedikitpun jua.
" Katik, siapkan semua bekal, kita berangkat!!"
***
Di seberang lubuk, seorang pemuda berbaju lusuh dan bermuka masam, duduk menunggu kailnya di sentuh ikan.
"apa yang kau lihat? Umpanmu dimakan tuh" sela kutak
"diam saja kau kutak" jawab sukat menarik kailnya. Sebenarnya dari tadi, perhatiannya cuma tertuju pada seorang wanita di seberang sungai. Wanita yang dari dulu hingga sekarang masih ia sukai, dan mungkin saja menjadi istrinya, jika saja ia bukan anak dari seorang penyamun yang kabarnya merampok di rumah datuknya sendiri di kampuangtangah.
Hal itu juga yang membuat sukat di sisihkan oleh masyarakat, dan ia tak pernah diundang dalam acara apapun. kecuali acara turunmandi(akhikah)nya andamsari adik bunsunya Ranti, itupun karna Ranti sendiri yang mengundang.
KESAMAAN NAMA ATAU TEMPAT HANYALAH KEBETULAN BELAKA
Sabtu, Juli 31, 2010
Jumat, Juli 16, 2010
Tuah (babak 1)
Awalnya semua begitu gelap. Hingga sedikit demi sedikit cahaya masuk, setelah sebelumnya menerobos celah dinding anyaman bambu yang lusuh. Semakin lama isi ruangan itu dapat terlihat dengan jelas, hanya ada seorang pria yang tidur sambil menggaruk tubuhnya, terutama bagian belakang.
"Sukat!!! Bangunkau!!! Ayo kita mamapeh (memancing) di lubuk kanti" teriak seorang pemuda.
"hm... Kaunya Kutak. Dah siang kah" jawab nya sambil menggosok mata dan kembali menggaruk badannya.
" ah kerjamu tidur saja, tak lapar kau?" sela pemuda bermata juling lain yang tiba tiba muncul dari belaka kutak.
"ah diam saja kau Sinok" balas sukat" ayo kita pergi."
¤¤¤
"Sukat!!! Bangunkau!!! Ayo kita mamapeh (memancing) di lubuk kanti" teriak seorang pemuda.
"hm... Kaunya Kutak. Dah siang kah" jawab nya sambil menggosok mata dan kembali menggaruk badannya.
" ah kerjamu tidur saja, tak lapar kau?" sela pemuda bermata juling lain yang tiba tiba muncul dari belaka kutak.
"ah diam saja kau Sinok" balas sukat" ayo kita pergi."
¤¤¤
Kamis, Juli 15, 2010
Minggu, Juli 11, 2010
Jumat, Juli 09, 2010
Kamis, Juli 08, 2010
Kamis, Juni 17, 2010
Ayoma, Kaori, Ikumi, Hamidah dan ...?
Tak dengar, tapi ku melihat
tingginya gunung
dalamnya lembah
datangnya gelap
terbitnya terang
ku harap sinarnya tak membutakan mataku
meracuni otak ku
lalu dia pergi tampa permisi
ah...
Mulutku meracau lagi
ini cuma selimut mimpi
saat lelah dan berhenti
namun ku belum mati
...
...!
...?
Nah kau tau!
Kalau begitu!
Jaga rahasiaku!
tingginya gunung
dalamnya lembah
datangnya gelap
terbitnya terang
ku harap sinarnya tak membutakan mataku
meracuni otak ku
lalu dia pergi tampa permisi
ah...
Mulutku meracau lagi
ini cuma selimut mimpi
saat lelah dan berhenti
namun ku belum mati
...
...!
...?
Nah kau tau!
Kalau begitu!
Jaga rahasiaku!
Rabu, Juni 09, 2010
Rabu, Juni 02, 2010
Bukan Sajak Para Musisi
Dengarkan dengan hati
wahai pimpinan kami
kalau kau berbudi
karna apapun yang terjadi
tangan mu nasip kami
ini bukan suara panggangan roti
atau dendang yang kau dengar tiap pagi
mesti terkadang caci maki
kami malu
pada keluh mu!
Janang tiru para selebriti
dalam infotaiment di TV
walaupun kami tau pasti
kalau mereka belum mandi
apalagi gosok gigi
apa lah jadinya kami
jika dikau hanya menanti
belas kasih dan simpati
tampa ada aksi
jangan sampai mencap mu BANCI
wahai pimpinan kami
kalau kau berbudi
karna apapun yang terjadi
tangan mu nasip kami
ini bukan suara panggangan roti
atau dendang yang kau dengar tiap pagi
mesti terkadang caci maki
kami malu
pada keluh mu!
Janang tiru para selebriti
dalam infotaiment di TV
walaupun kami tau pasti
kalau mereka belum mandi
apalagi gosok gigi
apa lah jadinya kami
jika dikau hanya menanti
belas kasih dan simpati
tampa ada aksi
jangan sampai mencap mu BANCI
Kamis, Mei 27, 2010
The Dog
Di jalan ini
ku terus berlari
walau jatuh, bangun lagi
tampa peduli
ia mengejar ku
memohon aku
ANJING!!!
jangan gigit aku...
ku terus berlari
walau jatuh, bangun lagi
tampa peduli
ia mengejar ku
memohon aku
ANJING!!!
jangan gigit aku...
Langganan:
Postingan (Atom)




